Mengenal Anthony Salim, CEO Indomie yang Terkenal di Pasar Global

indomie mie instan
Indomie pertama kali diproduksi pada tahun 1972. Merek mie dengan slogan “Indomie Seleraku” ini selain terkenal di Nusantara juga sudah dikenal luas di luar negeri.

Brainpersonalities.com – Hi! siapa sih dari kalian yang tidak pernah makan mie instan? Tentu di Indonesia keberadaan Mie instan menjadi salah satu makanan yang cukup populer sebagai pengganti nasi.  Dari beberapa merek mie instan terkemuka di Indonesia, tentu Indomie cukup familiar di telinga sobat bukan? Siapa disini yang belum tahu merek Mie ini, pasti sudah banyak yang tahu kan ya.

Baca juga:

Apalagi merek mie dengan slogan “Indomie Seleraku” ini selain terkenal di Nusantara, merek mie instan juga sudah dikenal luas sampai ke negeri tetangga.  Sebagai pecinta mie instan, tahukah kamu jika Indomie pertama kali diproduksi pada tahun 1972. 

Hal itu karena melihat kelangkaan beras yang semakin melanda Indonesia, Soedono Salim yang merupakan pemilik perusahaan Sarimi tertarik untuk bekerja sama dengan Djajadi Djaja. Selanjutnya sejak tahun 1990, Sarimi dan Indomie berada di bahan perusahaan yang sama, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur.

Perjalanan Awal Indomie di Pasar Nasional

indomie seleraku
Produksi perdana Indomie bukanlah mie goreng yang kini popular, melainkan mie kuah bercita rasa kaldu ayam.

Varian produksi perdana Indomie  bukanlah mie goreng yang saat ini populer. Kaldu ayam adalah varian Indomie yang pertama diproduksi saat itu.

Kepopuleran Indomie kian meningkat, sejak dirinya menghadirkan varian yang baru, yaitu Indomie Mie Goreng. Cita rasa yang dimiliki benar-benar sesuai dengan selera lidah masyarakat.

Mengingat harganya yang begitu murah serta penyimpanan yang mudah, Indomie kian populer di Indonesia. Bahkan, tidak hanya populer di Indonesia, Indomie kini telah menjadi merek mie instan yang mendunia.

Baca juga:

Banyak orang di pelbagai negara yang juga jatuh hati dengan cita rasa Indomie lho. Untuk lebih mengenal merek mie instan favorit kamu ini.

Seiring berjalannya waktu Indomie kemudian masuk ke dalam salah satu produk yang dikelola  oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Di mana perusahaan ini milik pengusaha bernama Sudono Salim.

Biografi Pemilik Indomie

anthony salim indofood
Anthony Salim memiliki nama Tionghoa Liem Hong Sien,  lahir Kudus Jawa Tengah pada tanggal 15 Oktober 1949.

Salim Group pertama kali didirikan oleh Suddiono Salim dengan nama asli Liem Sioe Liong. Ia pertama kali lahir di desa kecil bernama Fujian, di Fuqing di Cina pada 16 Juli 1916,  atau yang lebih terkenal sebagai salah satu orang konglomerat paling sukses di Indonesia.

Meskipun kita tahu dia adalah salah satu orang terkaya di dunia, tidak banyak orang tahu bahwa dia memulai hidupnya dari keluarga tingkat ekonomi rendah dan hidup keras sebelum dia mencapai kesuksesannya.

Setelah Sudono Salim meninggal, kerajaan bisnis Salim Group dilanjutkan putranya, Anthony Salim. Anthony Salim memiliki nama Tionghoa Liem Hong Sien lahir Kudus Jawa Tengah pada tanggal 15 Oktober 1949.

Sedari kecil, Anthony sudah hidup berkecukupan karena Ayahnya yakni Sudono sudah merintis perusahaan besar bernama Salim Group. Hal tersebut kini sudah sangat terkenal di Indonesia dan bahkan hingga ke Luar Negeri di bawah komando pimpinan Anthony secara langsung.

Setelah merasa bisa berbisnis dan menghasilkan banyak uang, di usianya yang ke-25 tahun Anthony memutuskan untuk menikahi Siti Margareth Yusuf. Dari pernikahan tersebut, lahirlah 3 anak dari cinta mereka.

Karir dan Sepak Terjang Pebisnis Anthony Salim

Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Hal ini juga dilewati oleh Antony Salim dalam kesuksesan Indomie hari ini.  Sepak terjang Anthony Salim di dunia bisnis pastilah melalui perjuangan panjang dan berliku-liku. Hal tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi para pengusaha.

Baca juga:

Adapun, karir bisnis Anthony Salim dimulai ketika ia diminta sang ayah untuk mengambil kendali sebagian dari anak perusahaan Salim Group. Pada saat itu usianya masih terbilang muda dan minim akan pengalaman. Akan tetapi, berkat kegigihan serta keinginannya belajar, kesuksesan pun mudah diraihnya.

Diluar kesuksesannya tersebut, Anthony juga pernah mengalami kerugian besar pada saat krisis moneter di tahun 1998. Pada saat itu, Salim Group mempunyai hutang hingga 55 miliar rupiah dan hampir bangkrut.

Walaupun begitu, ia masih bisa bangkit kembali dan dapat bertahan. Tahun ke tahun perusahaan yang digawanginya sukses mengembangkan bisnisnya sehingga pada Juli 2018 lalu, dia dinobatkan sebagai pengusaha terkaya Indonesia versi Bloomberg Billionaires Index.

Indomie di Pasar Global

indomie di pasar internasional
Indomie sudah diekspor lebih dari 100 negara di seluruh dunia termasuk Australia, Hong Kong, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lainnya.

Kepopuleran Indomie  tidak hanya merajai pasar domestik, namun juga merambah pasar global. Mengutip dari laman GoodNewsfromIndonesia, di luar negeri Indomie memiliki 17 pabrik utama, dengan sebanyak 15 hingga 20 miliar bungkus Indomie diproduksi setiap tahunnya.

Tidak hanya di Indonesia, Indomie pun sudah diekspor lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Pasar-pasar utama ekspor Indomie antara lain Australia, Hong Kong, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan, Afrika dan negara-negara Eropa.

Wah, kalau begini kamu tidak perlu repot-repot membawa mie instan di dalam koper saat berlibur ke luar negeri. Kira kira berapa ya laba bersih yang mampu dihasilkan indomie per tahunnya?

Baca juga:

Berdasarkan laporan yang dirilis pada 2019, ICBP sebagai perusahaan induk dari Indomie membukukan pendapatan Rp32,79 triliun, di mana Rp21,66 triliun di antaranya disumbangkan oleh divisi mie instan, termasuk Indomie. 

Sementara itu berdasarkan data yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/3/2021), Untuk periode 2020, penjualan neto mie instan mengambil andil terbesar dari kenaikan laba bersih ICBP mencapai Rp31,97 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *