Profil Founder dan CEO Gucci yang Sukses di Industri Fashion

Brain Personalities – Hai, Sobat Brain! Sekarang kita akan membahas tentang Founder dan CEO Gucci yang sukses mengelola dan mempertahankan eksistensi brand Gucci. Sulit dielak bahwa Gucci dikenal sebagai brand mewah. Lalu, siapa Founder dan CEO Gucci? Bagaimana cara Founder dan CEO Gucci mengukuhkan eksistensi Gucci di industri fashion?

Pertanyaan di atas akan terjawab melalui artikel ini. Yuk, simak dan ambil sisi positifnya!

Pelajari juga:

Tentang Gucci

Apa itu Gucci?

Logo Gucci
Logo Gucci

Gucci adalah salah satu brand fashion asal Italia yang terkenal di dunia. Didirikan pada 1921, nama Gucci diambil dari unsur nama pendirinya. Dengan sebaran 450 gerai di seluruh dunia, penjualan Gucci menunjukkan angka yang fantastis. Produk keluaran Gucci dalam dunia fashion digemari oleh kalangan menengah ke atas, termasuk para pekerja entertainment.

Siapa Founder dan CEO Gucci?

Merk fashion Gucci yang sering digolongkan sebagai barang branded diciptakan oleh Guccio Gucci. Brand fashion yang serupa dengan nama Founder-nya ini telah berhasil menjaga eksistensinya selama puluhan tahun. Kesuksesan Gucci saat ini tidak lepas dari peran CEO Gucci yang sejak permulaan tahun 2015 dipegang oleh Marco Bizzarri.

Pelajari juga:

 

Biografi Founder dan CEO Gucci, Guccio Gucci

Guccio Gucci sang Pendiri Gucci
Guccio Gucci sang Pendiri Gucci

Founder Gucci, Guccio Gucci dilahirkan pada 26 Maret 1881 oleh pasangan Gabriello Gucci dan Elena Santini di Florence, Tuscany, Italia. Ayahnya merupakan pengrajin kulit dan berasal dari San Miniato. Sementara ibunya berasal dari Lastra a Signa. Gucci dibesarkan dengan pengetahuan sejarah Florence, seni kerajinan, serta perdagangan manufaktur.

Sosok Guccio diketahui menikah dengan Aida Calvelli pada 1901. Bersama Aida, Guccio memiliki enam anak laki-laki. Empat dari enam anaknya, yaitu Vasco, Aldo, Ugo, dan Rodolfo ikut serta dalam mengelola usaha Guccio. Sementara yang lainnya, Grimalda dan Enzo tidak.

Inspirasi Penciptaan Gucci

Tahun 1898 Guccio merantau ke Perancis untuk bekerja. Kemudian Guccio pergi ke London untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia pun diterima sebagai penjaga lift di Savoy Hotel London.

Sebagai penjaga lift hotel ternama, tentunya Guccio sering berjumpa dengan para kaum elit di Inggris, termasuk bangsawan. Guccio mengagumi gaya atau style mereka, terutama tas dan aksesorisnya.

Saat itu, para kalangan atas atau kaum elit sering yang dijumpai Guccio mengenakan aksesoris mewah buatan H.J. Cave & Sons. Perusahaan itu memang memproduksi barang mewah dari kulit.

Gaya ciamik para elit di London menginspirasi Guccio untuk menciptakan produk serupa. Terlebih lagi sejak kecil pemilik Gucci ini sudah akrab dengan kerajinan kulit. Guccio memutuskan kembali ke Florence, Italia untuk mulai merealisasikan idenya.

Dulu CEO Gucci Membuat Sadel dan Tas Kulit

Kembali ke kota kelahirannya, Guccio membantu ayahnya membuat sadel dan tas kulit. Meski permintaan sadel dari kalangan bangsawan cukup banyak, tetapi lambat laun permintaannya menurun. Penurunan tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi dan penemuan mobil.

House of Gucci Didirikan

Sadel dan tas kulit buatannya tak kunjung mengalami peningkatan penjualan. Untuk meningkatkan pertumbuhan, Guccio pun memproduksi aksesoris dan ide bisnisnya tidak stagnan. Akhirnya pada 1921 berdirilah House of Gucci di Florence yang fokus memproduksi tas dan aksesoris dari kulit.

Bisnis yang dibangun Guccio dikelola dengan kombinasi keahlian dan pengamatan. Keahliannya mengolah kulit yang didapatkan dari sang ayah lalu digabungkan dengan hasil observasinya selama di London.

Pelajari juga:

Terkenal di Kalangan Bangsawan dan Masyarakat

Akrab dengan seni kerajinan sejak kecil memudahkan Guccio untuk membuat desain tas kulit dan aksesoris. Desain buatan Guccio disukai oleh para pelanggan karena dinilai unik dan memiliki kualitas tinggi. Di samping itu, perekrutan pengrajin terbaik di Florence untuk bekerja di House of Gucci semakin menjamin kualitas produk Gucci.

Untuk mengokohkan usahanya, Gucci memilih Kuda sebagai logo. Logo ini terinspirasi konsumennya dari kalangan bangsawan yang kebanyakan membeli perlengkapan berkuda. Usaha rintisan Guccio pun secara cepat dikenal oleh masyarakat di Florence.

Prestasi yang dicapai oleh Founder Gucci sangat membutuhkan kerja tim yang solid dan loyal. Bagi Sobat Brain yang sedang membangun bisnis atau organisasi, penting untuk menempatkan anggota pada posisi terbaiknya.

Tes BRAIN akan membantu mengungkap potensi kepribadian dan kecerdasan berdasakan fungsi dominan otak yang terbukti akurat. Sobat Brain dapat melakukannya secara online dan memiliki sertifikat hasil tesnya.

Ikuti Tes BRAIN Online hanya 5 menit

Diversifikasi Produk dan Pembukaan Cabang

Inovasi dihadirkan oleh Guccio untuk mengatasi kejenuhan pelanggan atas produk kawakan Gucci yang berupa tas kulit dan aksesoris. Guccio memutuskan untuk menambah produk baru berupa sepatu. Pada 1932 sepatu-sepatu hasil rancangannya dirilis dan populer.

Sepatu rancangan Guccio sangat diminati masyarakat Florence. Mereka pun beramai-ramai memakainya. Melihat bisnisnya yang berkembang pesat, pada 1938 Guccio membuka cabang di Roma.

Sekitar tahun 1940 Guccio meluncurkan desain tas yang unik sekaligus ikonik. Tas yang diluncurkannya berbentuk seperti pelana kuda dengan bahan dasar bambu dan pegangan dari rotan. Tas tersebut sangat terkenal.

Cabang baru Gucci semakin bertambah seiring waktu. House of Gucci pada 1951 dibuka di Milan, Manhattan, dan New York. Dalam mengelola bisnisnya, Guccio dibantu oleh anak-anaknya.

Akhir Hidup Guccio Gucci, Pendiri dan CEO Gucci

Guccio Gucci dikabarkan wafat pada 2 Januari 1953 saat perusahaan rintisannya berada di puncak kejayaan. Perusahaannya kemudian diwariskan kepada anak-anaknya. Sejak saat itu, Gucci mengalami berbagai perubahan tetapi pamor Gucci sebagai brand unggulan fashion dalam jajaran fashion internasional tetap bertahan.

Pelajari juga:

 

Riwayat Hidup Marco Bizzarri, CEO Gucci

"<yoastmark

Sebagai CEO Gucci saat ini, Marco Bizzarri lahir pada 19 Agustus 1962. Marco adalah seorang pebisnis berkebangsaan Italia yang berpengalaman dalam mengelola berbagai bidang industri, khususnya industri fashion.

Perjalanan Karir Marco Bizzarri Sebelum Menjadi CEO Gucci

Menempati Berbagai Jabatan di Perusahaan yang Berbeda

Awal karir Marco dimulai sejak 1986 sebagai konsultan keuangan di The Financial Advisory Firm Accenture. Selanjutnya, Marco bergabung dengan Mandarina Duck Group pada 1993 sebagai CEO. Pada 2004 Marco berpindah ke Marithe et Francois Girbaud dan menjabat sebagai Manajer Umum.

Memimpin Stella McCartney

Sejak 2005 Marco menjadi CEO Stella McCartney. Dua tahun kepemimpinannya menghasilkan keuntungan perdana m untuk Stella McCartney pada 2007. Di samping itu, Marco aktif mengembangkan brand tersebut dengan orientasi lifestyle sekaligus mengembangkannya dalam jangkauan internasional. Pembukaan cabang baru pun berhasil dibuka di Jepang.

Presiden dan CEO Bottega Veneta

Usai memimpin CEO Stella, Marco ditunjuk sebagai Presiden dan CEO Bottega Veneta pada 2009. Kecepatannya merespon penurunan ekonomi global patut diapresiasi. Perubahan distribusi brand di Eropa dilakukan Marco untuk mengurangi tekanan finansial dan membuka kemungkinan investasi baru.

Keunggulan Bottega Veneta dalam pengerjaan kulit di Italia dipertahankan Marco melalui jalinan kerja sama dengan Direktur Kreatif Tomas Maier. Dalam 4 tahun kerja sama tersebut mampu mendorong pertumbuhan di Asia, pembukaan toko utama di Milan, dan kantor pusat ramah lingkungan di Vicenza.

Terlibat dalam Pengelolaan Kering

Di Kering, Marco dijadikan anggota Komite Eksekutif sejak 2012. Perannya di Kering semakin terlihat sehingga pada 2014 Marco ditunjuk sebagai CEO Divisi Couture and Leather Goods yang baru saja dibentuk oleh Kering. Marco mengawasi langsung sebagian besar brand mewah Kering.

Pelajari juga:

Kebijakan Marco Bizzarri Selaku CEO Gucci

Efektif mulai 1 Januari 2015, kini posisi CEO Gucci yang disandang oleh Marco Bizzarri. Sejak saat itu, Marco mulai menerapkan berbagai kebijakan, diantaranya:

  • Menunjuk Alessandro Michele sebagai Direktur Kreatif Gucci. Sebelumnya, Alessandro adalah anggota Tim Kreatif Gucci selama 12 tahun.
  • Menghentikan kebijakan penurunan harga brand
  • Mengoleksi barang lintas gender dan peragaan busana terpadu
  • Melarang penggunaan bulu untuk brand Gucci
  • Menguatkan strategi digital Gucci untuk menumbuhkan basis pelanggan di media sosial
  • Membuka Gucci Hub di Milan, yaitu kantor pusat sekaligus pusat kreatif Gucci.
  • Membangun Art Lab seluas 37.000 meter persegi di Casellina, Italia. Art Lab merupakan pusat kreatif Gucci.
  • Menciptakan Gucci 9, yaitu call center Gucci yang menjangkau seluruh dunia
  • Meresmikan Museum Gucci yang berganti nama menjadi Gucci Garden
  • Meluncurkan Gucci Osteria da Massimo Bottura
  • Gucci diumumkan sebagai brand yang netral karbon dalam proses produksinya. Strategi produksinya pun diubah oleh Marco melalui kerja sama dengan program konservasi hutan yang dipimpin oleh PBB. Selain itu, Marco memprakarsai tantangan netral karbon untuk mendorong para CEO lain mengikuti langkahnya.

Sekitar empat tahun Gucci berada di bawah kendali Marco Bizzarri, penjualan Gucci meningkat drastis. Kebijakan Marco tampak berhasil membawa Gucci menuju ke arah yang lebih baik. Semula penjualan tahunan Gucci pada 2015 hanya sebesar 3,9 miliar euro. Kemudian penjualan tahunan Gucci pun meningkat pada tahun 2019 menjadi 9,6 miliar euro.

Raihan Penghargaan Marco Bizzarri

Dalam dunia fashion, Marco dinobatkan sebagai GQ Italy’s Best Dressed Man pada 2020. Sementara itu, sebagai pelaku bisnis di industri fashion Marco dianugerahi International Business Leader oleh Fashion Award selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2016, 2017, dan 2018.

Industri fashion berkaitan erat dengan bidang kreatif. Dalam bidang kreatif, Marco pun dianugerahi WWD Edward Nardoza Honor for CEO Creative Leadership dan penghargaan dari Fast Company sebagai Most Creative People in Business. Keduanya diraih Marco pada 2017 silam.

Penghargaan lainnya yang didapatkan Marco adalah Knight of Legion of Honor tahun 2017 dan penghargaan dari PBB sebagai Humanitarian of the Year Award tahun 2015. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan Marco yang mendukung kelestarian alam.

Pelajari juga:

Penutup

Berdasarkan kisah Guccio Gucci dan Marco Bizzarri terlihat bahwa pemikiran kreatif adalah kunci keberhasilannya. Di samping itu, ada optimalisasi sumber daya. Guccio Guci dan Marco Bizzarri sama-sama merekrut talenta terbaik dalam bidang kreatif untuk mengembangkan Gucci.

Optimalisasi bukan berarti eksploitasi. Marco Bizzarri tetap peduli terhadap kelestarian alam dengan komitmennya melarang Gucci menggunakan bulu serta proses produksi Gucci yang netral karbon.

Nah Sobat Brain dapat meniru dedikasi Guccio dan Marco dalam membangun Gucci. Kenali potensi diri Sobat Brain melalui Tes Brain untuk menajamkan pola berpikir.

Ikuti Tes Brain dan dapatkan sertifikat hasil tes di sini.

Tes Brain Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *