Executive Audio Masterclass: Framework Kepemimpinan Keluarga untuk CEO, Direktur, Founder,
Manager, dan Ayah Profesional yang Memiliki Keterbatasan Waktu. Selesai Didengar dalam 2 Jam Saat Anda Berkendara Menuju Kantor.
Executive Family Leadership untuk CEO, Direktur, Founder,
Manager, dan Ayah Profesional
The Executive Family Leadership System dengan 5 Framework Aplikatif dan Case Study
Setiap jam yang Anda habiskan untuk menumbuhkan valuasi perusahaan, ada biaya peluang emosional yang tidak disadari sedang dibayar oleh anak dan istri Anda di rumah. Masalahnya bukan karena Anda tidak sayang keluarga, tetapi karena Anda membawa gaya komunikasi Komando Korporat ke dalam rumah tangga.
Di dunia bisnis, Anda tahu bahwa keputusan terbaik yang terlambat diambil tetap dihitung sebagai kegagalan strategis. Hal yang sama berlaku di meja makan rumah Anda.
Pada bab kedua Anda akan memahami dan menemukan blind spot Anda. Dilanjutkan bagian inti, yakni The Executive Family Leadership System, Mastering Family Leadership, dan Executive Family Leadershp Blueprint.
Sebelum Anda memutuskan untuk mengunduh Executive Audio Masterclass ini, kami menyarankan Anda untuk meluangkan waktu 3 menit untuk melakukan audit risiko kepemimpinan domestik Anda secara objektif.
Rp 499.000
Rp 1.499.000
Perasaan bersalah dan menghakimi diri sendiri karena merasa menjadi ayah yang gagal digantikan oleh rasa percaya diri. Ayah tidak lagi merasa dikejar-kejar oleh ketakutan masa depan anak.
Rumah tidak lagi dipandang sebagai “medan perang baru” yang melelahkan. Keberhasilan mematikan sakelar mental “Bos” (melalui teknik regulasi emosi) membuat ayah merasa damai dan siap hadir secara utuh saat membuka pintu rumah.
Melihat mata anak TK yang berbinar menyambut pelukan, mendengar kejujuran anak SD tanpa rasa takut, dan melihat anak remaja usia 17-18 tahun mau meluangkan waktu untuk deep talk memberikan kepuasan batin yang tidak bisa dibeli dengan bonus atau promosi jabatan apa pun di kantor.
Waktu tidak bisa diputar kembali. Dengan menerapkan ilmu ini sekarang, risiko anak remaja tumbuh dewasa, kuliah, dan pergi dari rumah dengan membawa luka batin (fatherless) berhasil dicegah. Pintu komunikasi terkunci tepat sebelum mereka keluar dari rumah.
Karena rumah dan sosok ayah telah bertransformasi menjadi safe space (tempat aman), anak tidak lagi memiliki ruang kosong kelaparan emosional. Risiko mereka mencari pelarian ke pergaulan bebas, narkoba, geng motor, atau hubungan tidak sehat di luar rumah berhasil ditekan secara masif.
Komunikasi yang buruk dengan anak biasanya merembet menjadi pertengkaran hebat yang konstan dengan istri terkait pola asuh. Ketika ayah menurunkan ego dan belajar memimpin dengan gaya coach, keharmonisan dengan istri otomatis pulih. Risiko keretakan pernikahan (divorce risk) pun hilang.
Biaya untuk membawa anak yang terlanjur trauma, depresi, atau mengalami gangguan perilaku ke psikolog, psikiater, atau pusat rehabilitasi di masa depan membutuhkan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Risiko pengeluaran darurat medis/psikologis ini berhasil dicegah sejak dini.
Stres domestik karena anak membangkang adalah generator utama yang merusak fokus eksekutif di ruang rapat. Setelah hubungan di rumah mencair, pikiran ayah menjadi jauh lebih jernih. Fokus, produktivitas, dan ketajaman dalam mengambil keputusan bisnis di kantor justru meningkat tajam.