Categories
Leadership

The Busy Dad Assessment

The Busy Dad Assessment bertujuan untuk mengungkap family leadership blind spot level  seorang ayah sehingga sang ayah menyadari kondisi kepemimpinannya secara objektif dan mendapatkan rekomendasi solusi yang tepat dan berkelanjutan. Ada tiga hasil dari asesmen ini, yakni Green Zone, Yellow Zonedan Red Zone.

Setelah hasil Anda ketahui, silahkan pilih solusi yang cocok untuk Anda:

  1. Executive Audio Masterclass The Busy Dad’s Playbook: How Leaders Build Families + tools
  2. Private consultation selama 30 hari
  3. Executive Family Leadership Coaching Program (konsultasi dulu)

Pilih solusi disini

Mari mulai asesmen ini dan pilih 1 jawaban dari masing-masing pernyataan berikut ini yang paling sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

 

1.Saya merasa sudah hadir hanya karena berada satu ruangan dengan keluarga, meski pikiran saya masih di kantor atau pekerjaan
2.Saya lebih cepat memberi solusi kepada anak/pasangan dibanding mendengarkan perasaan mereka lebih dulu.
3.Saya mengukur keberhasilan keluarga dari prestasi, nilai rapor, atau pencapaian yang terlihat.
4.Saya berharap dihormati di rumah melalui kewibawaan/otoritas, bukan melalui kedekatan dan kepercayaan.
5.Saya menganggap tanggung jawab saya selesai begitu kebutuhan finansial keluarga terpenuhi.
6.Saya merasa sudah menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab penuh ketika semua kebutuhan materi, fasilitas mewah, dan biaya sekolah anak sudah tercukupi.
7.Saya menganggap penyediaan uang dan fasilitas jauh lebih penting bagi masa depan anak dibandingkan meluangkan waktu untuk mengobrol secara mendalam (deep talk) tentang perasaannya.
8.Ketika melihat anak mendadak diam, murung, atau menarik diri, saya cenderung menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa akibat tugas sekolah, bukan karena dia merasa kesepian.
9.Saat hubungan dengan anak terasa renggang, saya lebih mudah menyalahkan sifat anak zaman sekarang yang terlalu manja (mental stroberi) atau kesalahan ibunya dalam mendidik, daripada mengevaluasi kesibukan kerja saya.
10.Saya merasa wajar bersikap kaku, berjarak, atau jarang menunjukkan kasih sayang secara fisik/verbal kepada anak, karena dulu orang tua saya pun mendidik saya dengan cara keras yang sama.