BRAIN Personalities – Lie Dharmawan adalah sosok dokter bedah yang namanya identik dengan dedikasi tanpa batas untuk kemanusiaan. Dialah sosok pendiri doctorSHARE.
Lahir dari keluarga sederhana di Bangka Belitung, beliau harus berjuang keras menempuh pendidikan kedokteran.
Sejak kecil, dr. Lie sudah bercita-cita menjadi dokter untuk membantu orang miskin yang sulit mendapatkan layanan medis.
Tekad tersebut membawanya mengenyam pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan studi kedokteran di Jerman.
Pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan membentuk empati mendalam pada masyarakat yang kurang mampu. Ia menyadari, kesehatan adalah hak setiap orang, bukan hanya bagi mereka yang mampu membayar biaya rumah sakit mahal.
Baca juga: 10 Dokter Spesialis yang Paling Dibutuhkan di Indonesia
Nilai Hidup Pendiri doctorSHARE, dr. Lie Dharmawa
dr. Lie Augustinus Dharmawan lahir di Padang pada 16 April 1946. Masa kecilnya penuh perjuangan, dari kemiskinan hingga penolakan masuk kuliah kedokteran.
Dengan kerja keras, ia berhasil menempuh studi kedokteran di Jerman hingga meraih gelar Ph.D.
Memiliki kehidupan mapan di Eropa tidak membuatnya lupa pada tanah air. Ia kembali ke Indonesia dan mendirikan doctorSHARE pada 2009. Filosofinya sederhana:
“Hidup harus berarti bagi orang lain.”
![]()
Baca juga: Penduan Karier Menjadi Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Ob-Gyn)
Latar Belakang Keluarga dan Semangat Menyediakan Kapal Rumah Sakit
Bagi dr. Lie Dharmawan, mimpi mendirikan rumah sakit kapal lahir dari perpaduan pengalaman pribadi, dorongan keluarga, dan panggilan hati untuk mengabdi kepada bangsa.
Ia menyadari bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan solusi unik agar layanan medis menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Gagasan itu muncul ketika ia terlibat dalam misi kemanusiaan di Aceh bersama Perhimpunan Indonesia Tiongkok.
Hampir empat bulan ia mengabdikan diri di daerah tersebut, dan di sanalah ia melihat langsung bagaimana rumah sakit kapal mampu memberikan pelayanan kesehatan di daerah yang sulit diakses.
Ide itu kian menguat, sejalan dengan pesan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy yang selalu ia ingat:
“Jangan tanya apa yang negara dapat lakukan untukmu, tapi tanyalah apa yang dapat kau lakukan untuk negara.”
Ide Kapal Rumah Sakit dr. Lie Dharmawan Dianggap Gila
Perjalanan mewujudkan mimpi ini tidaklah mudah. Pada awalnya, ide membeli kapal rumah sakit dianggap gila, bahkan oleh sebagian kerabat. Namun, sang istri dan anak-anak memberikan dukungan penuh.
Keputusan besar pun diambil, yakni menjual salah satu rumah keluarga di Jakarta untuk dijadikan modal awal.
Dengan bekal itu, ia berangkat ke Jerman, bekerja keras selama setahun, dan membawa pulang cadangan devisa untuk memulai pembangunan.
Dukungan tak terduga datang ketika pemilik kapal pertama yang akan dibeli—Bahai 01—secara sukarela memberi potongan harga hingga 50% setelah mengetahui kapal tersebut akan digunakan untuk melayani masyarakat kurang mampu.
Bagi dr. Lie, ini adalah tanda restu yang menguatkan langkahnya.
Semangat pengabdian dr. Lie berakar dari pengalaman pahit masa kecil. Lahir dari keluarga prasejahtera, ia kehilangan adiknya yang masih bayi karena keluarga tidak mampu membiayai pengobatan terbaik.
Ingatan akan tangisan adiknya yang kesakitan, serta rasa tak berdaya melihat penderitaan itu, meninggalkan luka yang mendalam.
Sejak saat itu, ia berjanji dalam hati: suatu hari ia akan menghapus air mata orang-orang yang menderita, menggantinya dengan air mata kebahagiaan.
Ia melihat profesi dokter sebagai jalan terbaik untuk menepati janji tersebut untuk memberikan pengobatan dan pelayanan medis kepada mereka yang paling membutuhkan.
Bagi dr. Lie, semua pencapaian hidupnya, mulai dari bisa bersekolah hingga menjadi dokter spesialis bedah di Jerman, adalah anugerah Tuhan. Karena itu, ia merasa berkewajiban untuk membalasnya melalui karya yang bermanfaat.
Dari tekad, pengorbanan, dan dukungan keluarga inilah doctorSHARE lahir, menjadi wujud nyata dari mimpi seorang anak bangsa untuk menghadirkan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri.
Baca juga: Panduan Karier Menjadi Dokter Spesialis Anak (Pediatri)
Lahirnya doctorSHARE dan Rumah Sakit Apung
Berbekal keahliannya sebagai dokter bedah toraks dan kardiovaskular, Dr. Lie mendirikan doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) pada tahun 2009.
Visi utamanya adalah menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Salah satu inovasi luar biasanya adalah Rumah Sakit Apung (RSA), kapal yang dilengkapi ruang operasi, laboratorium, ruang rawat, dan fasilitas medis lengkap.
RSA telah berlayar ke berbagai pelosok negeri mulai dari Kepulauan Riau, Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.
Lebih dari itu, RSA juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada ribuan masyarakat yang sebelumnya tak pernah mendapat perawatan medis memadai.
![]()
Mengenal doctorSHARE Lebih Dalam
doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) adalah organisasi non-profit yang resmi terdaftar melalui Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Organisasi ini fokus pada penyediaan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang sulit dijangkau, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Tujuan utama doctorSHARE adalah menyelamatkan nyawa dan mengurangi penderitaan masyarakat yang terjebak dalam krisis kesehatan, sekaligus memberdayakan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Visi doctorSHARE
Memberdayakan masyarakat untuk keluar dari penderitaan dengan kekuatan mereka sendiri secara holistik.
Misi doctorSHARE
Memperbaiki derajat kesehatan Indonesia, terutama di wilayah timur, melalui pelayanan kesehatan holistik, program inovatif yang berkelanjutan, dan semangat kerelawanan.
Nilai-Nilai Utama
- Integritas
- Berbagi dan Cinta Kasih
- Kepercayaan dan Saling Menghormati
- Tanggung Jawab Tinggi
- Kemampuan Beradaptasi dan Inklusif
Sejarah dan Perjalanan doctorSHARE
Perjalanan panjang doctorSHARE dimulai sejak 2009 dengan semangat dr. Lie Dharmawan untuk membawa pelayanan kesehatan ke wilayah yang terisolasi.
2009 – Berdiri dan Program Pertama
doctorSHARE resmi berdiri dan meluncurkan Klinik Darat PMPT Kei (kini Klinik Pratama Kei) untuk mengatasi masalah gizi dan kesehatan di Kepulauan Kei.
2013 – Rumah Sakit Apung Pertama
Peluncuran Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan I, inovasi medis untuk menjangkau pulau-pulau terpencil.
2015 – Perluasan Misi
doctorSHARE mulai fokus pada kesehatan ibu dan anak, operasi rutin, dan program pencegahan penyakit.
2018 – RSA Ketiga & Bencana Palu
RSA Nusa Waluya II diluncurkan dan melayani lebih dari 10.000 korban gempa Palu.
2019 – Klinik Jayapura
Bekerja sama dengan Polairud, doctorSHARE membuka Klinik Gratis di Danau Sentani.
2020 – Pandemi COVID-19
doctorSHARE menyalurkan APD, ventilator, oksigen, dan vaksinasi ke daerah terpencil.
2021 – Tantangan dan Kebangkitan
Setelah kapal RSA pertama tenggelam, doctorSHARE berhasil menggalang dana dalam 30 hari untuk membangun dua rumah sakit apung baru.
2023 – Program Changing Lives & Penghargaan Internasional
Melakukan operasi katarak dan CTEV untuk ribuan pasien, serta memenangkan Zayed Sustainability Prize.
Prinsip Kemanusiaan doctorSHARE
DoctorSHARE berpegang pada prinsip:
- Non-profit & Relawan – Semua pelayanan dilakukan dengan niat murni kemanusiaan.
- Independen & Imparsial – Tidak memihak atau terkait kepentingan politik.
- Berani Bicara – Menyuarakan krisis kesehatan dan ketidakadilan.
Program Unggulan doctorSHARE
- Rumah Sakit Apung – Kapal dengan fasilitas medis lengkap yang berlayar ke pelosok.
- Klinik Darat – Memberikan layanan medis gratis di daerah pedalaman.
- Operasi Medis Gratis – Khususnya untuk katarak, CTEV, dan operasi darurat.
- Respon Bencana – Memberikan layanan medis dan logistik saat terjadi bencana alam.
![]()
Baca juga: Panduan Karier Menjadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Pengorbanan dan Inspirasi
Dedikasi dr. Lie Dharmawan tidak hanya tercermin dari keberadaan RSA, tetapi juga dari kisah pribadinya yang rela meninggalkan kenyamanan hidup di kota besar demi melayani di daerah terpencil.
Ia pernah mengoperasi pasien di desa-desa dengan fasilitas minim, bahkan menggunakan senter sebagai penerangan. Filosofinya sederhana: “Hidup harus berarti bagi orang lain.”
Kisah hidupnya telah menginspirasi banyak tenaga medis, relawan, dan masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
dr. Lie membuktikan bahwa satu orang dengan tekad dan hati yang tulus bisa membawa perubahan besar.
Baca juga: Perjalanan Karier Founder & CEO Halodoc, Jonathan Sudharta
Bagaimana Anda Bisa Membantu
Misi doctorSHARE terus berjalan berkat dukungan para donatur, relawan, dan mitra. Anda bisa berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini melalui donasi yang digunakan untuk pembelian obat-obatan, bahan medis, perawatan kapal, dan biaya operasional tim medis.
Donasi dapat dilakukan melalui situs resmi doctorSHARE:
https://www.doctorshare.org
Bersama kita bisa memastikan bahwa masyarakat di pelosok Indonesia mendapatkan hak mereka untuk hidup sehat.
Setiap kontribusi Anda akan menjadi bagian dari kisah perubahan yang lebih besar.
