Beasiswa Australia Award dan Kesuksesan Heny Solekhah

Brainpersonalities.com – Nama lengkapnya adalah Heny Solekhah, perempuan asal Kendal, Jawa Tengah yang merupakan alumni Master of Education (Educational Research, Evaluation, and Assessment) Flinders University, Adelaide, Australia. Istimewanya, Heny Solekhah mendapatkan beasiswa program S2 saat menempuh pendidikan di negeri kanguru itu. Panggil saja Heny. Dia adalah salah satu penyandang beasiswa Australia Award Indonesia tahun 2017.

Australia awards
Heny S0lekhah, alumni Master of Education Flinders University, Adelaide, Australia

Dirinya mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan negeri (SMKN) 01 Kendal pada tahun 2007. Lulus dari SMK tahun 2010, Heny melanjutkan studi sarjana ke Semarang, yaitu IAIN Walisongo yang kini dikenal dengan UIN Walisongo. Dia menganbil jurusan Tadris Bahasa Inggris dan lulus dengan gelar S.Pd. pada tahun 2014.

Nah Sobat Brain, mau tau kunci sukses Heny Solekhah bisa dapat beasiswa Australia Awards? Simak dulu kisahnya di sini yaa.

Baca juga:

Bercita-cita Sekolah di Luar Negeri Sejak Lama

Perempuan yang lahir pada 10 Juli ini memang dari dulu bercita-cita sekolah di luar negeri. Keinginannya bermula dari cerita alumni SMK, tempat ia sekolah dulu bisa berkesempatan melanjutkan studi di luar negeri. Alhasil Heny pun semakin tertarik dan berambisi untuk bisa sekolah di luar negeri.

“Itu dari sekolah SMK dulu. Soalnya beberapa alumni SMK 1 Kendal, terutama anak English Club, bisa tembus keluar. Jadi tambah pengen meski belum tau caranya,” ujar Heny melaui chatt Whatsapp pada Selasa, 18 Januari 2022.

Dirinya memang belum tau cara atau alur pendaftaran kuliah di luar negeri. Tetapi Heny yang saat itu masih kuliah semester empat di IAIN Walisongo mulai berusaha mencari tau tentang program beasiswa kuliah luar negeri yang dia inginkan.

Australia Awards
Sumber: akun Instagram @henymustbe

Sampai akhirnya, Heny menemukan program beasiswa Australia Award Indonesia (dulu disebut Australia Development Scholarship). Dirinya mengaku bahwa awalnya ia hanya iseng mengubungi manajemen program tersebut. Dan siapa sangka, panggilannya direspon cepat oleh pihak AAI. Waktu itu Heny dikasih CD yang berisi kumpulan jurusan kampus Australia.

Berbicara mengenai jurusan di kampus Australia, kamu bisa menggali potensimu dengan mengikuti Tes Brain untuk menentukan jurusan kuliah yang cocok sebelum melakukan studi.

Ikuti Tes Brain Online hanya 5 menit

Lagi-lagi karena keisengan. Heny mencoba menghubungi salah satu alumni kampus Australia, Bapak Made Andi Arsana, untuk menanyakan terkait program beasiswa tersebut. Sayangnya, menurut informasi Pak Made program ini diperuntukkan jenjang S2 dan S3 saja. Mau tak mau, Heny harus menyelesaikan studi S1-nya dulu.

Diterima Sebagai Anggota Gerakan Mari Berbagi

Pada tahun 2014, Heny diterima sebagai anggota Gerakan Mari Berbagi. Yaitu sebuah forum kepemudaan di Indonesia yang terdiri atas muda mudi dari berbagai provinsi. Forum ini memiliki beberapa progam seperti volunteer, pengembangan diri, dan berbagi ilmu. Heny sendiri aktif sebagai relawan sampai sekarang lho Sobat Brain.

Singkat cerita, Heny pernah ikut event bernama Youth Leader Forum. Di sinilah Heny menemukan titik terang mengenai program beasiswa Australia Award. Kini, ia sudah tau caranya sekolah ke luar negeri. Segala sesuatu mulai berkas, alur pendaftaran dan seleksi hingga prepare test ia ketahui secara lengkap.

Pelajari juga: Inilah Deretan Beasiswa Kuliah di Australia

Karir Heny Solekhah

Jangan dibayangkan kalau tamat S1 Heny langsung berangkat ke Australia. Tidak seperti itu ya Sobat Brain. Karirnya dalam dunia pendidikan dimulai sebagai pelatih English Club di SMK N 1 Kendal pada tahun 2014.

Masih di tahun yang sama. Heny merangkap menjadi Kepala Sekolah di Kelompok Bermain Bahtera Ceria, sejenis PAUD di Kendal. Posisi ini bertahan hanya satu tahun. Kemudian dirinya bergeser ke SMP Sabilurrasyad Kendal sebagai guru Bahasa Inggris. Bersamaan dengan hal ini, Heny juga diangkat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di sekolah tersebut.

Menuju Negeri Kanguru dengan Beasiswa Australia Award

Barulah di tahun 2017 Heny dinyatakan lolos sebagai salah satu peraih Beasiswa Award Indonesia. Proses ini memakan waktu cukup lama lho Sobat Brain. Heny bercerita ada beberapa tahap seleksi yang harus dia lalui, yaitu seleksi berkas, tes wawancara dan bahasa Inggris.

Berkas yang dikirimkan memang banyak sekali nih Sobat Brain. Untuk itu Sobat Brain harus benar-benar mempersiapkannya dengan matang dan jauh-jauh hari. Sebab ada berkas yang harus diurus tidak cukup hanya satu bulan bahkan ada yang sampai berbulan-bulan.

Jika Sobat Brain lolos tahap seleksi berkas, kamu akan dimasukkan ke shortlisted candidates. Yang akan diwawancarai dan dites bahasa inggris. Umumnya jeda dari pengumuman berkas ke tes wawancara adalah satu setengah bulan. Bahkan ada juga yang lebih, seperti Heny.

“Tapi dulu tahun 2015 itu lama banget pengumumannya,” tuturnya.

Tips Wawancara Beasiswa Australia Award

Ada tips nih buat kalian yang mau tes wawancara Australia Award. Pertanyaan yang keluar saat wawancara adalah seputar aplikasi yang ditulis. Tujuanya agar pihak penyelenggara mantap untuk mempertimbangkan Sobat Brain mendapat beasiswa.

Beasiswa Australia Awards
Sumber; Akun Instagram @henymustbe

Untuk persiapan wawancara, Sobat Brain bisa latihan sendiri atau dengan mentor untuk belajar speaking. Kebetulan saat itu ada teman Heny yang sesama anggota GMB ikut seleksi wawancara. Jadi, Heny bisa latihan singkat melalui telepon kala itu.

Menurut Heny, program Australia Award adalah program yang paling familiar di Indonesia dan sangat responsif. Seperti yang diceritakan di awal, hanya iseng bertanya malah ditanggapi dengan baik. Dikirim CD pula.

Heny berpesan pada Sobat Brain, segala sesuatu terkait persyaratan Autralia Award harus dipersiapkan dengan matang dan serius. Banyak mencari referensi dan informasi. Kemudian sabar dan berdoa.

Keberangkatan Heny ke Negeri Kanguru Sebagai Peserta Beasiswa Australia Award

Tahun 2017, Heny berangkat ke Australia. Sebelumnya peserta Astralia Award dikenalkan dengan budaya Australia secara umum. Namanya Predeparture Training.

Selama kuliah di luar negeri, Heny banyak mendapati pengalaman baru yang membuka wawasan. Seperti mampu membangun networking dengan mahasiswa dan dosen internasional, mengasah softskill, dan yang paling terasa adalah adaptasi budaya asing.

Penerima Beasiswa Australia Awards Heny Sholekhah
Heny ketika bermain salju

Dalam bidang akademik, perkuliahan Australia sangat mengajarkan kemandirian dan kemampuan kritis yang tinggi. Heny senderi cukup merasakan kendala saat perkuliahan berlangsung. Ada jadwal kuliah tatap muka yang tidak rutin. Sekalinya masuk materinya berat. Hal ini harus membuat Heny belajar mandiri untuk memahami materi tersebut.

Belum lagi ada dosen yang sulit dipahami karena penjelasan materinya terlalu cepat. Ada pula tugas yang mengharuskan referensinya bejibun. Ya begitulah dunia perkuliahan. Intinya tetap belajar dan jangan lupa mainnya agar tidak jenuh.

Pengalaman Organisasi

Selain kuliah, Heny juga disibukkan dengan kegiatan organisasi yang dia ikuti. Bukan hanya di dalam kampus melainkan di luar kampus juga. Diantara organisasi yang diikuti Heny Solekhah adalah sebagai berikut:

  • Divisi Penelitian dan Pengembangan Sabilurrasyad Islamic Boarding School 2019-sekarang
  • Peneliti Mandiri, Research Synergy Foundation 2019 – Sekarang
  • Relawan, Gerakan Mari Berbagi (Indonesian Youth Organisation), Indonesia 2014 – Sekarang
  • Presiden, Flinders University Lions Campus Club, Adelaide, Australia 2017-2018
  • Staf Divisi Pendidikan, Indonesian Students Association at Flinders University, Adelaide, Australia 2017-2018, dan
  • Anggota, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Kendal, Indonesia 2014-2015

Prestasi dan Penghargaan Heny Solekhah

Heny juga memiliki beberpa penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Penghargaan tersebut adalah:

  • Alumni Grant Scheme, dari Australia Awards di Indonesia untuk Projek
  • Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Kab. Kendal 2020 – Sekarang
  • Allison Sudradjat Prize, dari Pemerintah Australia atas dedikasi di dunia pendidikan di Indonesia 2017 – 2019
  • Chancellor’s Letter of Commendation, penghargaan atas pencapaian akademis oleh Flinders University, Australia 2018
  • Australia Awards Scholarship, Beasiswa Pemerintah Australia 2017-2018
  • Japan Youth Homestay Program, Pertukaran Pemuda ke Jepang oleh Gerakan Mari Berbagi 2014

Karya Heny Solekhah

Perempuan hebat ini juga merupakan seorang penulis, yang mana beberapa karyanya sudah dipublikasikan. Heny memang tertarik dengan penelitian tentang Kebijakan Pendidikan, Pedagogi, Bahasa dan Budaya, Wanita dan Kepemimpinan. Karya-karyanya meliputi:

  • Indonesia Secondary Schools Happiness at the Beginning of Covid-19 Pandemic. Sebuah paper dalam International Journal of Theory and Application in Elementary and Secondary School Education, 2021.
  • Distance Learning of Indonesian Early Childhood Education (PAUD) during the Covid-19 Pandemic. Sebuah paper dalam International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education, 2020.
  • PAUD is My Second Child: How Early Childhood in Indonesia Strives to Develop. Sebuah paper dalam International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education, 2019.
  • Character Education and the Challenges to Cultivate Tolerance in Indonesia. Sebuah Prosiding dalam Human Rights and Democratisation Research Seminar 2019, Organised by Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gajah Mada and Institute of Human Rights and Peace Studies, Mahidol University (Thailand), Yogyakarta, 22 Juli 2019.
  • Chapter 9: Enriching the Treasured Smiles of Indonesian Children. Sebuah bab buku oleh Ulil Amri, Heny Solekhah, and Grace Skrzypiec, dalam A Global Perspective of Young Adolescents’ Peer Agression and Well-Being, London: Routledge, 2018
  • Kartini: A Priyayi and her confronting thoughts about limited education during Dutch colonialism. Sebuah paper dalam International Journal of Multidisciplinary Thought, 2018.
  • Mundur untuk Melompat Lebih Tinggi. Sebuah cerita pendek buku dalam Dream Chasers Chronicle: Stories behind the Life of Indonesian Young Scholars in South Australia, PPIA South Australia, 2018
  • Computer-Based Test and Paper-Based Test as English Language Assessment in Indonesian Junior High School 20017. Sebuah prosiding dalam the Asian Conference on Education and International Development, Kobe, Jepang 2018.
  • The Feasibility for Indonesia to Follow Georgia in Implementing Computer Adaptive Testing in National Examinations. A paper on ELP: Journal of English Pedagogy Volume 1 July 2016.

Motivasi dari Heny Solekhah bagi Pencari Beasiswa Australia Award

“Jadikan proses aplikasi beasiswa untuk belajar. Kau diterima alhamdulillah. Kalau belum ya coba lagi,” tuturnya.

Penutup

Itulah kisah inspirasi Heny Solekhah yang berhasil mendapat beasiswa Australia Award. Keinginan yang serius dan persiapan yang matang menjadi kunci suksesnya untuk mewujudkan cita-cita sekolah di luar negeri.

Tes BRAIN Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *