Tahapan Anak Belajar Membaca dan Fase Mendasarnya

Brain Personalities – Otak anak sudah terprogram untuk belajar bahasa. Itu berarti bahwa mereka tidak perlu diajari bagaimana berbicara suatu bahasa; itu terjadi secara alami. Dari lahir anak belajar bahasa cukup banyak. Ini adalah keterampilan yang luar biasa kompleks, tetapi karena itu alami. Namun lain hal ini berbeda kondisi apabila membahas tahapan anak belajar membaca.

Tidak seperti belajar bahasa, belajar membaca tidak alami, artinya ada tahapan membaca yang harus dilalui anak. Itu harus diajarkan. Proses belajar membaca dapat bervariasi dari satu anak ke anak lain. Meskipun ada tonggak membaca tertentu yang dicapai sebagian besar anak pada titik yang sama, setiap anak akan melalui tahapan membaca yang sama tapi kecepatan setiap anak berbeda.

 

Kesadaran Mendasar Belajar Membaca

Untuk mempelajari cara membaca, anak-anak perlu menyadari beberapa proses mendasar membaca terlebih dahulu.

Belajar Membaca

1. Kesadaran Fonemik (Awal Anak Belajar Membaca)

Di sinilah belajar membaca dimulai. Kesadaran fonemik berarti pemahaman bahwa ucapan terdiri dari suara individu. Ini adalah bagian penting dari kesiapan membaca, sehingga sering menjadi fokus program pembelajaran awal.

 

2. Kesadaran Abjad

Mempelajari abjad merupakan bagian dari kesiapan membaca, namun untuk dapat membaca, anak harus mampu melakukan lebih dari sekedar menghafal huruf. Mereka juga harus dapat mengidentifikasi bunyi setiap huruf.

Menghafal huruf dan suara lebih sulit dari menghafal nama benda terutama binatang. Binatang adalah benda konkret, mereka dapat dilihat dan dapat digambarkan. Misalnya, Anda dapat menunjuk seekor kucing dan mengucapkan “kucing” untuk membantu anak Anda menghubungkan kata tersebut dengan hewan tersebut.

Belajar Membaca

Menghafal bunyi yang menyertai huruf-huruf alfabet bahkan lebih sulit karena tidak ada korelasi yang pasti antara huruf dan bunyi. Bahasa Indonesia memiliki sekitar 44 suara, tetapi hanya 26 huruf yang mewakili suara tersebut.

Beberapa huruf mewakili lebih dari satu suara, seperti yang dapat kita lihat dari huruf A pada kata ‘ayah’ dan ‘aku’. Tetapi huruf-huruf lain tampaknya tidak perlu karena suara yang mereka wakili adalah suara yang diwakili oleh huruf-huruf lain. Misalnya, kita bisa dengan mudah mengeja ‘ayam’ a-y-a-m.

 

3. Kesadaran Kata saat Anak Belajar Membaca

Kata kuda, misalnya, terdiri dari dua suara yang diwakili oleh empat huruf berbeda: k-u-d-a. Anak-anak harus dapat mengenali bahwa suara-suara ini menyatu untuk membentuk kata kuda. Bunda tidak boleh bosan untuk mengajarkan pada anak bahwa k dan u dibaca ku dan seterusnya.

Ikuti juga: Cari Tahu Kepribadian Anak Melalui Tes BRAIN Online

 

Tahapan Anak Belajar Membaca 

Seperti halnya belajar bahasa, belajar membaca terjadi secara bertahap. Meskipun tidak semua orang setuju dengan persis bagaimana tahapan-tahapan itu berkembang, mengetahui tahapan-tahapan itu dapat memberi Sobat  gambaran tentang bagaimana anak-anak memecahkan kode tertulis dan belajar membaca.

 

1. Fase Pra-Alfabetik

Pada tahap ini, anak-anak mengenali dan pada dasarnya mengingat kata-kata berdasarkan bentuknya. Kata-kata adalah sesuatu seperti gambar dan huruf memberikan isyarat untuk apa kata itu. Misalnya, seorang anak mungkin melihat bahwa kata boneka memiliki huruf pertama ‘b’ dan diakhiri ‘a’.

Belajar Membaca

Bentuk huruf-huruf tersebut memberikan isyarat visual. Pada tahap ini, anak-anak dapat dengan mudah mengucapkan kata-kata dengan bentuk yang mirip. Kata ‘bola’ misalnya, bisa disandingkan dengan boneka karena memiliki awalan yang sama.

 

2. Fase Alfabet Sebagian

Anak-anak pada tahap ini dapat menghafal kata-kata yang dicetak dengan menghubungkan satu atau lebih huruf dengan suara yang mereka dengar ketika kata itu diucapkan. Itu berarti mereka dapat mengenali batas-batas kata dalam cetakan dan biasanya huruf awal dan akhir dan bunyi sebuah kata.

Misalnya, mereka mungkin dapat mengenali kata ‘katak’ dengan huruf k di awal dan k di akhir. Namun, mereka dapat dengan mudah membaca  kata-kata lain yang dimulai dan diakhiri dengan suara yang sama, seperti ‘kakak’.

 

3. Fase Alfabet Penuh

Pada tahap ini, anak-anak telah menghafal semua suara yang diwakili oleh huruf-huruf tersebut dan dapat membaca dengan mengenali setiap huruf dalam sebuah kata dan cara pelafalannya. Mereka dapat membedakan antara cara membaca ‘ibu, abu, abi.’

Belajar Membaca

4. Fase Abjad Konsolidasi

Pada tahap ini, anak-anak telah menyadari urutan multi-huruf dalam kata-kata yang akrab. Misalnya, mereka dapat melihat kesamaan pada kata ‘kurung, kering, kerang, dan kejar.’  Alih-alih melihat setiap huruf dalam urutan ini, anak-anak menghafal seluruh kelompok suara sebagai satu suara. Ini membantu anak-anak membaca kata-kata dengan lebih efisien karena mereka tidak perlu memikirkan huruf satu per satu. Bahkan pada tahap ini juga anak-anak sudah bisa mengenali kata benda, kata kerja, maupun kata sifat.

Pelajari juga:

Penutup

Begitu anak-anak dapat mengenali kata-kata yang cukup dengan relatif cepat dan mudah, mereka siap untuk beralih dari membaca kata satu per satu ke membaca kalimat dan kemudian paragraf. Pada masa itu, anak-anak bisa mulai fokus untuk memahami apa yang sedang mereka baca. Sebagian besar anak mencapai tahap ini kadang-kadang ketika menginjak kelas tiga. Sekarang giliran Ayah dan Bunda tahu cara mendidik anak sesuai kepribadian dan potensi kecerdasannya melalui Tes BRAIN. 

Ikuti Tes BRAIN untuk menggali potensi kamu dan miliki sertifikat hasil tes di sini.

Tes BRAIN Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *