Kesalahan Fatal Orangtua Dalam Mendidik Anak

Setiap orangtua pasti memiliki niat baik untuk mendidik anak dengan baik dan benar. Namun, karena keterbatasan ilmu dan pengalaman menyebabkan timbul kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak tercinta.

Kesalahan fatal orangtua bukan karena orangtua tidak sayang kepada anak-anaknya. Semua itu wajar karena orangtua adalah manusia biasa yang pasti tidak akan luput dari kesalahan. Khususnya, kesalahan dalam mendidik anak.

Namun, sebaiknya orangtua senantiasa berupaya untuk menghindari kesalahan fatal dengan cara orang tua berusaha meluangkan waktu untuk menambah ilmu pengetahuan untuk mendidik anak.

Kemudian, apa saja kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak yang wajib diketahui. Dan, bagaimana dampak dalam proses mendidik anak.

Mari simak selangkapnya 10 kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak berikut ini.

1. Kesalahan Fatal Orangtua Karena Pengawasan Rendah

Orangtua memiliki tingkat kesibukan tersendiri terkait pekerjaan yang ditekuni. Pekerjaan orangtua memang membutuhkan porsi waktu yang lebih lama dibandingkan waktu berkuallitas bersama anak.

Terutama ketika orangtua tinggal di daerah metropolitan. Jarak tempuh tempuh tempat kerja yang jauh menyita banyak waktu. Apalagi di kota besar seperti DKI Jakarta yang sering terjadi kemacetan.

Namun bukan berarti orangtua menyerah untuk mengawasi anak. Bentuk nyata mendidik anak juga termasuk pengawasan terhadap anak.

Pengawasan sangat penting untuk diterapkan di usia anak berapapun. Mulai dari mendidik balita, mendidik anak usia dini, dan sampai mendidik anak remaja sangat membutuhkan pengawasan dari orangtua.

2. Kurang Mendengarkan Dalam Mendidik Anak

Dalam mendidik anak, kemampuan mendengarkan cerita anak sangat dibutuhkan. Terlebih ketika orangtua memiliki anak remaja yang memiliki pemikiran dan permasalahan yang lebih kompleks.

Kenapa kurang mendengarkan termasuk kesalahan fatal orangtua? Karena secara psikologi, anak membutuhkan tempat untuk berbagi perasaan.

Akan tetapi, ketika orangtua kurang mendengarkan cerita anak maka anak akan melampiaskan perasaannya ke tempat lain. Bisa jadi ke sosial media, teman sekolah, atau guru sekolah.

Jika orangtua tidak menjadi pendengar yang baik bagi anaknya, dalam jangka panjang anak akan merasa bosan dan jenuh berada di rumah. Karena lingkungan keluarga tidak nyaman bagi anak.

Apa yang terjadi jika anak memilih lingkungan negatif? Apakah sepenuh itu kesalahan anak? Tentu saja tidak. Karena orangtua memiliki pengaruh besar atas tindakan negatif yang dilakukan anak. Maka luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak karena sangat membantu proses mendidik anak dengan baik dan benar.

3. Mendampingi Anak Menghadapi Masalah

mendidik anak dengan mengetahui kesalahan fatal orangtua yang sering terjadi mamppu membantu lebih bijak dalam pendidikan karakter anak.

Mendidik anak yang sebenarnya adalah dengan menyajikan permasalahan kepada anak. Jangan berharap kepada anak untuk selalu cepat menyelesaikan masalah. Namun yang penting ketika anak berusaha menyelesaikan masalahnya secara mandiri.

Tidak sedikit orangtua yang tidak tegas dalam mendidik anak. Karena orangtua tidak tega membebani masalah kepada anak.

Akibatnya adalah anak tidak memiliki daya juang yang besar untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Ini menjadi kesalahan fatal orangtua ketika mendidik anak karena tidak membiasakan dan tidak mendampingi anak menyelesaikan masalah mereka.

Ketika sedikit demi sedikit anak mampu memecahkan masalah, perlahan mereka semakin percaya diri kepada kemampuannya. Ketika percaya diri anak meningkat, maka anak semakin siap menghadapi tantangan di setiap kondisi kehidupan di masa depan.

4. Memanjakan Anak Secara Berlebihan

Kebanyakan orangtua memahami bahwa membahagiakan anak berarti membuat anak selalu senang, gembira, dan menuruti keinginan anak. Seakan-akan orangtua bekerja untuk selalu bergembira ria dengan anak.

Makna membahagiakan anak yang seperti ini yang keliru. Kebahagian anak yang sesungguhnya adalah ketika anak percaya diri dan memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan dengan mandiri.

Proses mendidik anak akan berhasil ketika orangtua mendidik anak secara otoritatif. Karena di dalam mendidik secara otoritatif terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban untuk mencapai sesuatu. Cara ini sangat efektif untuk mencegah kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak.

5. Tidak Memahami Kepribadian Anak

Semua orang menyadari bahwa pekerjaan orangtua menjadi jantung kelangsungan hidup keluarga. Namun ketika orangtua terlalu sibuk sehingga tidak memahami kepribadian anak akan menjadi kesalahan fatal orangtua.

Kepribadian anak adalah pintu untuk memahami potensi anak, minat, dan bakatnya. Ketika orangtua tidak memahami kepribadian anak mengakibatkan kerenggangan hubungan antara orangtua dan anak.

Kerenggangan hubungan antara dan anak berpengaruh kepada pendidik karakter anak. Hal ini bisa berdampak kepada kurangnya keterbukaan anak kepada orangtua. Anak juga merasa tidak dimengerti dan mencari tempat lain untuk eksistensi diri.

Namun jika tempat yang anak cari adalah lingkungan negatif. Bayangkan apa yang terjadi jika ini terus berlangsung.

Sedini mungkin sebelum terlambat, segera Anda dan keluarga mengikuti tes kepribadian dan fungsi otak. Jika fungsi dominan otak diketahui, maka orangtua lebih mudah memahami kepribadian anak. Bahkan orangtua bisa mengarahkan dan mendampingi pengembangan bakat dan karir anak sebagai langkah konkret mendidik anak.

6. Kesalahan Fatal Orangtua Ketika Bertengkar

Anak sangat membutuhkan teladan orangtua agar anak memiliki model untuk berkembang. Sayangnya hal itu bisa terkikis ketika orangtua bertengkar di depan anak.

Kesalahan fatal orangtua ini menjadikan anak tertekan dalam keluarga. Kemudian anak diliputi rasa gelisah, cemas, dan takut karena biasanya pertengkaran orangtua berdampak kepada anak. Anak juga bisa menjadi tempat untuk melampiaskan amarah orangtua.

Orangtua perlu menempatkan diri dengan baik. Selanjutnya orangtua harus berhati-hati dan menghindari setiap pertengkaran walaupun seringkali pertengkaran mudah terjadi dalam keluarga karena letupan emosi.

Ketika orang tua mampu mengontrol emosi dengan baik, anak lebih nyaman berada di tengah keluarga. Anak juga akan meniru bagaimana orangtuanya sabar dan lapang dada dalam setiap kondisi.

7. Kesalahan Fatal Karena Sikap Tidak Konsisten

kesalahan fatal yang dialami orangtua dalam mendidik anak karena tidak menyadari kesalahan yang terjadi.

Seringkali anak mungkin rewel karena sebab tertentu. Untuk mengalihkan perhatian anak biasanya orangtua memberikan janji kepada anak agar anak menjadi tenang.

Janji tersebut bervariasi mulai berjanji memberikan hadiah, mainan, jajan, hingga mengajak liburan. Namun kenyataannya adalah orangtua belum mampu menunaikan janjinya.

Alhasil, anak merasa dibohongi oleh orangtua. Tentu saja hal ini mengubah persepsi anak kepada orangtua. Anak juga bisa merasa sakit hati dan menganggap orangtua suka berbohong.

Celakanya ketika anak meniru sikap tidak konsisten orangtua karena tidak menepati janji. Hal ini sama saja orangtua mendidik anak untuk berbohong asalkan tujuan anak tercapai. Sama halnya ketika orang tua mengumbar janji agar anak tidak rewel. Tanpa disadari kesalahan fatal orangtua yang tidak konsisten diikuti oleh anak.

8. Kesalahan Fatal Karena Orangtua Acuh

Secara alamiah anak dikaruniai rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka senantiasa gemar bertanya ini dan itu. Seakan-akan mereka harus tahu semua hal yang ada di hadapannya.

Apa yang terjadi apabila orangtua acuh dengan pertanyaan anak? Padahal anak menaruh kepercayaan bahwa orangtua lebih berpengalaman dan berilmu.

Lebih-lebih jika orangtua malah membentak anak karena tidak mampu menjawab pertanyaan anak. Anak pelan-pelan mengira bahwa orangtua hanya menutupi ketidaktahuan dengan amarah agar erlihat bijak.

Hargai dan syukuri ketika anak bertanya kepada orangtua. Ini menandakan bahwa nasehat dan penjelasan orangtua masih diperhatikan oleh anak.

Apabila orangtua tidak mampu menjawab pertanyaan anak, cobalah untuk melakukan eksplorasi bersama anak untuk menemukan jawabannya. Cara ini merupakan bentuk mendidik anak dengan mengajarkan kemandirian untuk memperoleh jawaban atas permasalahannya.

9. Asyik Dengan Gadget

Inilah kesalahan fatal orangtua yang sering terjadi dalam mendidik anak. Orangtua asyik dengan gadget ketika berkumpul bersama dan bercengkerama dengan keluarga. Terlebih saat acara makan bersama.

Bukannya bersyukur bisa berkumpul dan bercengkerama malah lebih menyibukkan diri bersama gadget. Sebenarnya anak merasa tersinggung namun perasaan itu mereka pendam untuk menghormati orangtua.

Dampaknya adalah berkurangnya rasa menghargai anak kepada orangtua. Mungkin kelak di lain kesempatan ketika anak sudah dewasa maka anak mudah mengabaikan perkataan orangtua dan asyik dengan dirinya sendiri.

10. Menonton Tontonan Tidak Pantas

Pernahkah Anda melihat orangtua menonton sinetron bersama anaknya? Sepertinya yang orangtua tahu bahwa konten sinetron tidak mendidik anak. Dalam tontonan sinetron seakan-akan orang baik selalu dikalahkan oleh orang jahat.

Di dalam sinetron, anak juga melihat adegan-adegan jahat dan dewasa. Hal ini juga merupakan kesalahan fatal orangtua apabila dibiarkan. Mungkin orangtua bisa berdalih bahwa sinetron adalah sandiwara. Namun anak, terutama anak usia dini, tidak sanggup membedakan mana yang nyata dan mana yang sandiwara.

Orangtua yang bijak harus mampu memilih tontonan yang menjadi tuntunan yang baik. Tontonan yang baik seperti kisah teladan dan penuh inspirasi mampu membantu dalam mendidik karakter anak. Lebih baik orangtua mengarahkan anak untuk meningkatkan keterampilan digital sejak dini.

Itulah 10 kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak yang harus dihindari. Dengan mendidik anak dengan baik dan benar maka karakter anak mampu berkembang menjadi karakter mulai. Mari bersama mewujudkan generasi dengan akhlak mulai bagi bangsa dan negara.

Semoga bermanfaat, Sahabat BRAIN!

Silahkan bagikan artikel ini.

Isi komentar positif sebagai saran untuk menyajikan artikel bermanfaat berikutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan, Sobat BRAIN?