Maintenance Manager dan Job Description dalam Perusahaan

Brain Personalities – Industri berkembang pesat mengikuti perkembangan teknologi. Kini teknologi industri pun berkaitan erat dengan permesinan. Intensitas pemakaian mesin di industri pun semakin meningkat sehingga memperbesar peluang kerusakan mesin. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan manajemen perawatan atau maintenance yang dipimpin oleh Maintenance Manager.

Maintenance bertujuan untuk optimalisasi kinerja pemeliharaan. Aspek pemeliharaan di industri merupakan isu penting dan dianggarkan dengan dana yang serupa biaya operasional.

Oleh karena itu, proses pemeliharaan di suatu industri atau perusahaan dilaksanakan secara bersama-sama yang dipimpin oleh Maintenance Manager.

Nah, Sobat BRAIN pasti ingin tahu. Apa itu Maintenance? Siapa itu Maintenance Manager? Artikel ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tadi. Yuk, simak dan cari tahu hal menarik dari profesi manajer ini!

Pelajari juga:

Apa itu Maintenance?

Salah satu kegiatan maintenance
Salah satu kegiatan maintenance

Definisi Maintenance

Maintenance disebut juga pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi perencanaan, pengorganisiran, serta penerapan program dan metode pengendalian pemeliharaan. Intinya, maintenance bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja alat-alat industri.

Perusahaan maupun industri menilai maintenance sebagai topik penting yang perlu diperhatikan secara intens. Jadi tak heran bahwa anggaran pemeliharaan bisa menyerupai besaran biaya operasional.

Seiring waktu, pemeliharaan dan operasional bahkan berjalan bersamaan. Koordinasi terkait pemeliharaan dan operasional harus dilaksanakan karena pemeliharan yang tidak baik berpotensi memperbesar kegagalan operasional.

Bidang maintenance sangat berkaitan dengan teknik dan logika. Memahami diri sendiri dan tim akan membantumu untuk berkembang dan memimpin tim kerja. Tes BRAIN yang akurat adalah rekomendasi tepat untuk mengungkap jenis kecerdasan dan kepribadian.

Ikuti Tes BRAIN Live Online dengan BRAIN Career Coach

Jenis-jenis Maintenance

Breakdown Maintenance

Biaya maintenance tidak dialokasikan untuk pemeliharaan preventif sehingga pemeliharaan hanya dilaksanakan saat mesin mengalami kerusakan.

Routine Maintenance

Maintenance dilaksanakan secara rutin berdasarkan jadwal tertentu. Penyusunan jadwal dapat berupa harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan.

Pemeliharaan rutin ditempuh dengan cara pembersihan (sweeping), penyetelan ulang (adjustment), pemberian pelumas (lubricant), atau penggantian (replacement). Tujuan dari maintenance secara rutin adalah mencegah kerusakan sehingga biaya perbaikan dapat diminimalisir.

Pelajari juga:

Corrective Maintenance

Pemeliharaan jenis ini digunakan untuk mengembalikan kondisi alat maupun mesin yang tidak berfungsi hingga dapat difungsikan lagi. Tujuannya, produktivitas mesin atau alat dapat meningkat.

Preventive Maintenance

Tujuan utama dari pemeliharaan jenis ini adalah mencegah kerusakan sehingga pemeliharaan dilakukan dengan pemeriksaan secara periodik. Preventive maintenance menganggarkan biaya pemeliharaan di awal periode.

Predictive Maintenance

Sesuai namanya, pemeliharaan dilakukan dengan cara memprediksi waktu kerusakan, penggantian, serta perbaikan peralatan atau mesin sebelum mengalami kerusakan. Predictive maintenance memerlukan tingkat akurasi.

Fungsi Maintenance

Manajemen pemeliharaan yang dijalankan oleh industri atau perusahaan memiliki berbagai fungsi positif. Di samping itu, maintenance dapat difungsikan sebagai metode penyimpanan barang dan perlindungan pabrik. Fungsi lainnya, seperti optimalisasi usia peralatan, efektivitas penggunaan energi, identifikasi biaya, dan optimalisasi sumber daya.

Pelajari juga:

Siapa itu Maintenance Manager?

Manager Maintenance sedang berkoordinasi dengan salah satu Kepala Bagian
Manager Maintenance sedang berkoordinasi dengan salah satu Kepala Bagian

Kesuksesan operasional industri dan bisnis lainnya tak luput dari peran Maintenance Manager. Dalam rangka melancarkan produksi dan operasional industri, tugasnya menyiapkan peralatan atau mesin produksi secara detail meliputi kualitas dan kuantitas yang distandarkan oleh pihak berwenang.

Maintenance Manager biasanya memiliki tim yang berada di bawah pengawasannya. Tim ini saling mendukung untuk melakukan pemantauan dan pemeliharaan peralatan atau mesin industri. Artinya, tugas dan tanggung jawab Manager Maintenance di industri terbilang besar.

Pelajari juga:

Tanggung Jawab dan Wewenang Maintenance Manager

Secara garis besar, Maintenance Manager bertanggung jawab atas proses pemeliharaan dari berbagai aspek. Namun, tanggung jawabnya secara rinci, antara lain:

  • Menegakkan kedisiplinan dan tata tertib yang berlaku di perusahaan atau industri dalam lingkup divisi maintenance
  • Bertanggung jawab atas kinerja tim pemeliharaan serta melakukan transfer ilmu kepada tim
  • Pemakaian spare part dan suku cadang lainnya untuk tujuan pemeliharaan berada di bawah tanggung jawab Manager Maintenance
  • Mencapai target kualitas dan kuantitas produksi dengan menjamin kelancaran pengoperasian mesin
  • Terjaganya kerahasiaan perusahaan di bidang teknologi produksiĀ 
  • Melaksanakan pemeliharaan atas seluruh mesin produksi
  • Mengatur kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana perusahaan.

Menjadi Maintenance Manager yang membawahi berbagai posisi tentunya memberikan ragam kewenangan. Wewenang yang dimiliki olehnya, antara lain:

  • Melakukan pendelegasian tugas kepada bawahan di timnya sesuai dengan aturan yang berlaku
  • Berwenang melaksanakan penilaian, usulan promosi, degradasi, dan pengalihan tugas bawahannya sampai di tingkat Kepala Regu
  • Menilai sekaligus menerapkan promosi, degradasi, dan pengalihan tugas operator.
  • Mengajukan usul kepada Manager Umum terkait pemeliharaan mesin dan peralatan produksi.

Pelajari juga:

Pendukung Kinerja Maintenance Manager

Pada suatu perusahaan maupun industri, posisi Manager Maintenance tidak dapat berdiri sendiri.

Selain itu, keberadaannya di dalam sebuah tim untuk mengawasi jalannya fungsi pemeliharaan jelas memerlukan dukungan kinerja dari bagian atau karyawan lainnya. Misalnya:

Civil Supervisor

Berada satu tim dan dibawahi langsung oleh Manager Maintenance, Civil Supervisor memiliki sejumlah tugas yang mendukung kelancaran proses pemeliharaan.

Posisi ini berkewajiban membimbing, memimpin, dan mengontrol pekerja dalam perbaikan peralatan perusahaan.

Electrical Superintendent

Bagian ini bertugas untuk mengawasi sekaligus mengatur kegiatan elektrikal. Tanggung jawab Manager Maintenance yang berkutat di bidang pemeliharaan tentunya berhubungan erat dengan kelistrikan yang ditangani oleh Electrical Superintendent.

Mechanical Superintendent

Berbeda dengan Civil Supervisor dan Electrical Superintendent, Mechanical Superintendent bertugas di bidang mekanik.

Menjadi bawahan Maintenance Manager, tugasnya berupa melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang dijalankan oleh karyawan di bagian workshop dan mechanical supervisor.

Pelajari juga:

Tantangan Kepemimpinan yang Dihadapi Manajer Maintenance

Manajer maintenance menghadapi tantangan khusus yang meliputi:

  1. Koordinasi Tim: Mengelola tim teknisi yang mungkin bekerja di lokasi yang berbeda dan memiliki jadwal yang padat.
  2. Tekanan untuk Efisiensi: Memastikan efisiensi operasional untuk menghindari gangguan yang dapat mengganggu produktivitas dan mengakibatkan kerugian finansial.
  3. Kepemimpinan yang Efektif: Mengembangkan keterampilan kepemimpinan untuk memotivasi tim dan menghasilkan hasil yang optimal.
  4. Pengambilan Keputusan Cepat: Mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk mengatasi masalah yang muncul selama pemeliharaan.

Pelajari juga:

Manfaat Leadership Coaching untuk Manajer Maintenance

Leadership coaching adalah alat yang luar biasa untuk membantu manajer maintenance dalam mengatasi tantangan mereka. Berikut adalah manfaat dari leadership coaching:

  1. Peningkatan Keterampilan Kepemimpinan: Coaching membantu manajer untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang lebih baik, termasuk komunikasi efektif, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu.
  2. Peningkatan Motivasi dan Kinerja: Dengan bimbingan dari seorang coach, manajer dapat menemukan cara untuk memotivasi timnya, mengarahkan mereka ke tujuan bersama, dan meningkatkan produktivitas.
  3. Penanganan Konflik dan Stres: Leadership coaching membekali manajer dengan strategi untuk mengelola stres dan konflik yang mungkin timbul dalam lingkungan kerja yang dinamis.
  4. Pengembangan Rencana Aksi: Coach membantu dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi aksi yang efektif untuk mencapai tujuan bisnis dan pribadi.

Pelajari juga:

Pentingnya Tes Psikometrik dalam Pengembangan Manajer Maintenance

Tes psikometrik, seperti tes kepribadian, tes kecerdasan dominan, dan tes minat bakat, memberikan wawasan yang mendalam tentang karakteristik dan preferensi individu.

Untuk manajer maintenance, penggunaan Tes BRAIN (BRAIN Personality Assessment) untuk mengidentifikasi kecerdasan dominan dan kepribadian, dan TaSA (Talent to Success Assessment) untuk mengidentifikasi passion dan bakat, sangat relevan dan bermanfaat:

  1. Tes Kepribadian: Memahami kepribadian manajer membantu mengelola dan memimpin tim dengan pendekatan yang sesuai.
  2. Tes Kecerdasan Dominan: Mengidentifikasi jenis kecerdasan dominan membantu dalam mengoptimalkan alokasi tugas sesuai dengan kekuatan individu.
  3. Tes Minat Bakat: Memahami minat dan bakat membantu manajer dalam menempatkan anggota tim pada peran yang sesuai dan memotivasi mereka.

Pelajari juga:

Fakta dan Riset Terkini tentang Coaching

Studi terbaru menunjukkan bahwa manajer yang menjalani sesi coaching dapat mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan kepemimpinan mereka.

Menurut American Management Association (AMA), manajer yang dilibatkan dalam coaching menunjukkan peningkatan produktivitas sekitar 88%.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Coaching Psychology Review juga menyoroti bahwa leadership coaching memiliki dampak positif pada efikasi kepemimpinan dan pengembangan kompetensi kepemimpinan.

Ikuti: BRAIN Career Coaching untuk Pekerja/Profesional

Studi Kasus: Memaksimalkan Efisiensi Operasional dengan Leadership Coaching

Mari kita lihat studi kasus tentang seorang manajer maintenance bernama Laura yang mengalami tantangan dalam mengelola timnya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Laura bekerja di sebuah perusahaan manufaktur yang memiliki infrastruktur yang kompleks dan peralatan yang harus dijaga dengan baik.

Setelah mengikuti beberapa sesi leadership coaching, Laura mulai menerapkan strategi baru.

Dengan bimbingan coach, Laura memahami bahwa koordinasi tim yang lebih baik dan pemberian tanggung jawab yang sesuai kepada anggota tim adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi.

Dia juga melakukan tes psikometrik untuk memahami lebih baik preferensi dan kekuatan anggota tim.

Hasilnya luar biasa. Laura berhasil meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan mengalokasikan tugas-tugas dengan lebih cerdas sesuai dengan kekuatan individu di timnya.

Tim merasa lebih termotivasi dan berkinerja lebih baik, yang berdampak positif pada produktivitas dan keuntungan perusahaan.

Pelajari juga:

Apakah Tertarik jadi Maintenance Manager?

Manajer maintenance memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan efisiensi dan keandalan operasional perusahaan. Namun, mereka sering dihadapkan pada tantangan unik dalam memimpin dan mengelola tim teknisi.

Leadership coaching dan tes psikometrik, seperti tes kepribadian, tes kecerdasan dominan, dan tes minat bakat, adalah alat yang kuat untuk membantu manajer maintenance mengatasi tantangan ini.

Melalui coaching, manajer dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang lebih baik, meningkatkan motivasi tim, mengelola konflik, dan mengambil keputusan yang bijak.

Penggunaan tes psikometrik membantu dalam memahami karakteristik individu, memaksimalkan penggunaan kekuatan, dan memotivasi tim.

Dengan manfaat yang terbukti dari leadership coaching dan penggunaan tes psikometrik, manajer maintenance memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik.

Jika kamu adalah seorang manajer maintenance yang mencari cara untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan efisiensi tim, pertimbangkan untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam leadership coaching dan penerapan tes psikometrik.

Ini adalah langkah penting menuju kesuksesan jangka panjang.

Selain itu, lakukan juga penggalian potensi diri melalui Tes BRAIN dan TaSA.

Ikuti BRAIN Leadership Coaching for Managers

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan, Sobat BRAIN?